KONSELING DALAM KELUARGA (menyikapi Kasus PHK)


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Jumlah karyawan yang sudah di-PHK sampai saat ini di Indonesia sebagai konsekuensi logis dari krisis moneter 1997 yang diikuti oleh resesi ekonomi mencapai 15,4 juta orang, jumlah mana diperkirakan akan meningkat menjadi 18-20 juta dalam dua tahun mendatang. Ini diungkap oleh Dirjen Bina Penta Depnaker pada Rapat Kerja Komisi V DPR di Jakarta baru-baru ini.
            Salah satu akibat sampingan dari keadaan ekonomi yang tidak menentu yang telah menyebabkan susutnya lapangan kerja ini ialah timbulnya stres berat di tengah-tengah para pekerja yang masih bekerja tetapi tidak tahu sampai kapan sebelum mereka pun di-PHK.Dan stres ini terbukti menyebabkan munculnya kekerasan di tempat kerja, kekerasan psikologis. Tidak cuma Indonesia yang sedang menghadapi problem ini, juga negara-negara lain, sudah global, sehingga I.L.O. (Organisasi Buruh Internasional), suatu badan dari P.B.B. menerbitkan laporan setebal 165 halaman berjudul VIOLENCE AT WORK yang mengemukakan hal Kekerasan di Tempat Kerja yang telah menjadi bahan kerisauan global. Karena, tidakkah ketegangan dan kekerasan di tempat kerja ini, kalau terjadi dalam skala lebih besar di negara sedang berkembang dengan penduduk 200 juta lebih orang seperti Indonesia, bisa menjadi bibit potensi ketegangan dan kekerasan sosial di masyarakat?
 Kalau P.B.B. (Perserikatan Bangsa-bangsa) tengah mengupayakan jalan keluar untuk mengatasi soal PHK global di dunia, dan Depnaker (Departemen Tenaga Kerja) R.I. sedang banting tulang menciptakan lapangan-lapangan kerja baru untuk menampung sebagian dari orang-orang yang kena PHK, bagaimana kita sebagai keluarga mengatasi masalah PHK di rumahtangga kita kalau ayah sebagai kepala keluarga pada suatu sore pulang kerja membawa surat PHK dan gaji terakhir plus pesangon karena besok ayah sudah tidak punya pekerjaan lagi?








BAB II
PEMBAHASAN
Kasus
Stress di PHK, Pria Nekat Bakar Diri
Jamuludin alias Keling warga Desa Kampung Bandeng, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara ini kini hanya berbaring lemah di rumah sakit, hampir sekujur tubuhnya hangus terbakar. Kondisi yang dialami Jamuludin ini berawal dari aksi nekat yang dilakukannya dengan membakar sekujur tubuhnya.
Jamaludin adalah seorang kepala keluarga dengan 1 orang anak dan 1 istri. Ia merupakan pemain organ tunggal dalam suatu sanggar di daerahnya. Hidup dengan keadaan yang pas-pasaan namun nasib buruk menimpanya. Jamaludin di PHK dari tempat ia bekerja sebagai pemain organ tunggal. Ia tidak terima dengan kenyataan yang menimpanya ini dan stres sehingga nekat membakar dirinya sendiri.
Aksi nekatnya tidak sampai menyebabkan korban tewas karena tetangga korban sempat menyelamatkan korban dan melarikannya ke Rumah Sakit Melati di Kecamatan Perbaungan. Indah Permata Sari istri Jamaludin mengaku, kenekatan suaminya bermula dari kekecewaannya di PHK ditempatnya bekerja sebagai pemain organ tunggal karena tidak bisa menerima kenyataan,  Jamuludin akhirnya membakar dirinya dengan menyiramkan minyak tanah ke sekujur tubuhnya.
Kini penderitaan tidak hanya dirasakan Jamaludin, namun juga anak istrinya yang harus menanggung biaya rumah sakit. Sementara suami kini telah kehilangan pekerjaan.
Dampak dari di PHK
Dampak PHK sangat besar, baik dirasakan oleh pencari nafkah atau pun orang-orang yang bergantung pada si pencari nafkah. Lebih-lebih PHK ini akan lebih memukul pria secara kejiwaan, karena pria cenderung menggantungkan harga dirinya pada kariernya. Sewaktu dia kehilangan karier, dia bukan saja kehilangan pekerjaan tetapi dia juga kehilangan dirinya. Ini berbeda dengan wanita, sewaktu wanita kehilangan karier dia kehilangan pekerjaan, dia tidak kehilangan dirinya. Jadi dampak PHK ini akan lebih berat dirasakan oleh para pria.
Masa PHK yang berkepanjangan dapat menyebabkan pria bisa labil secara emosional. Jadi mudah marah, mudah tersinggung, tidak panjang rasa kesabarannya. Karena PHK, akhirnya pria pun cenderung untuk mengisolasi diri, sewaktu mengisolasi diri dia akhirnya menjauhkan diri dari istrinya, dia menjadi orang yang tertutup. Bahkan pada kasus Jamaludin ia stres sampai nekat bunuh diri karena tidak sanggup menghadapi kenyataan hidup.
Teknik Konseling
Pada kasus ini teknik konseling yang digunakan antara lain:
1.      Rational Emotive Therapy (RET)
Sesuai dengan permasalahan yang terjadi pada diri Jamaludin maka RET ini sangat membantu permasalahan yang dihadapinya. Yakni, dengan memperbaiki dan mengubah sikap, persepsi, cara berpikir, keyakinan serta pandangan klien yang irrasional menjadi rasional.
Pada kasus Jamaludin yang di PHK ia merasa bahwa PHK adalah akhir dari hidupnya, maka kita sebagai konselor harus merubah persepsi dari klien tersebut. Merubah pemikirannya menjadi rasional, sehingga ia dapat mengembangkan diri dan mencapai relisasi diri yang optimal.
RET juga melatih klien untuk menghadapi kenyataan hidup secara rasional dan membangkitkan kepercayaan diri, nilai-nilai dan kemampuan diri.
Adapun teknik konseling RET adalah sebagai berikut:
§  Assertive training, yaitu melatih dan membiasakan klien terus menerus menyesuaikan diri dengan perilaku tertentu yang diinginkan.
§  Sosiodrama,yaitu semacam sandiwara pendek tentang masalah kehidupan sosial.
§  Self modeling, yatu teknik yang bertujuan menghilangkan perilaku tertentu, dimana konselor menjadi model, dan klien berjanji mengikuti.
§  Teknik reinforcement, yaitu memberi reward terhadap perilaku rasional atau memperkuatnya.
§  Social modeling, yaitu membentuk perilaku baru melalui model sosial dengan imitasi, observasi.
§  Bibliografi, memberi bahan bacaan.
§  Relaxatation.
§  Self control, yaitu dengan mengontrol diri.
Teknik konselor untuk menghadapi kasus tersebut yakni dengan teknik:
a.       Reassuring skills (keterampilan menenteramkan hati klien) keterampilan ini merupakan usaha konselor untuk meyakinkan akibat logis perbuatannya atau pendekatan. Hal itu merupakan hadiah (reward) bagi klien dan mengurangi stress atau konfliknya.
Tujuan dari Reassuring skills ini adalah untuk menanamkan kepercayaan diri klien, memobilisasi kekuatannya, dan mengurangi kecemasan, dan menguatkan perilaku perubahan perilaku kepada yang lebih baik.
b.      Developing action alternatives, yakni dengan mengembangkan alternatif-alternatif dalm mengatasi krisis. Konselor mendorong klien agar klien berani dalam mempertimbangkan alternatif-alternatif yang dilakukan dalam menghaadapi krisisnya. Adapun fase untuk mengembangkan tindakan mengambil alternatif dalam peristiwa klien yang krisis adalah sebagai berikut:
§  Mengembangkan persepsi realistik klien terhadap krisis yang dihadapi klien.
§  Memberian dorongan untuk mengurangi ketegangan karena adanya krisis dan konflik.
Teknik konseling Islami
è Irsyad Islam
Irsyad secara bahasa berarti bimbingan. Sedangkan irsyad ssecara istilah adalah proses penyampaian dan internalisasi ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, penyuluhan, dan psikoterapi islami dengan sasaran individu atau kelompok kecil.[1]

Berdasarkan QS. Al-Baqarah (2):286, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya........." 
Seorang konselor harus bisa membimbing dan meyakinkan klien, dengan acuan ayat ini salah satunya.
Kunci utamanya ada pada Sabar dan Syukur atas apa yang Allah kasih pada kita sebagai hamba-Nya. (sabar);
1. QS: al-mu'min (40):55
2. QS. Al-insan (76):24
Syukur mencakup tiga sisi:
a.       Syukur dengan hati (yaitu kepuasan batin atas anugrah),
b.      Syukur dengan lidah, dengan mengakui anugrah dan memuji Pemberinya
c.       Syukur dengan perbuatan, dengan memanfaatkan anugrah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugrahannya.
1. QS. Al-Mu'minun (23):78
2. QS. Al-A'raaf(7):10
3. QS. Ibrahim: 7
·        Tingkatkan kesadaran klien, tentang esensi dan eksistensi dirinya: 
>   sebagai hamba Allah, tugasnya beribadah ( QS. Adz-Dzariyat (51):56)
>        Sebagai seorang suami, memenuhi nafkah istri dan keluarga
>        Sebagai Ayah ( pemimpin keluarga)
>        Sebagai seorang anak dari ayah-ibunya
>        Sebagai seorang warga masyarakat yang baik, dll
>        QS. Qaf (50): 16  "Allah lebih Dekat padamu (manusia) dari pada urat lehernya". Ketika seorang konselor bisa meyakinkan klien dengan Eksistensi Tuhan, maka klien akan berusaha lebih dekat dan lebih ta'at pada Tuhan-Nya.
>        QS. Ar-Raad (13):26 " Allah meluaskan Rezeki dan Menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibandingkan dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)".  
Ø  Akhirat, dunia adalah kendaraan menuju kehidupan kekal yakni akhirat kelak. Hal ini adalah hal terpenting yang harus disadari klien. Kehidupan dunia hanya sementara.
·        Kehidupan kekal dan tempat berbahagia bagi orang-orang yang beriman, (QS. Al-Baqarah (2):25),
·        QS. Yasin (36):54)

è Syifa
Syifa’ berarti obat. Kata syifa’ disebut sebanyak 4 kali dalam Al Qur’an, yaitu dalam surat: Yunus ayat 57, an-Nahl ayat 69, al-Isra’ ayat 82, dan Fushshilat ayat 44. Secara eksplisit Al Qur’an dikatakan merupakan syifa’, namun terdapat perbedaan di kalangan ulama tentang jenis penyakit yang dapat disembuhkannya. Ada yang mengatakan Al Qur’an hanya syifa’ untuk penyait hati, sementara yang lain mengatakan juga syifa’ untuk jasmani.

a.      Obat Penyakit dalam Dada
Obat dari penyakit dalam dada ini merupakan Kesembuhan yang bersifat maknawi dan rohani, yaitu kesembuhan dari penyakit-penyakit hati manusia.[2]
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhan-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang ada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orangorang beriman” (QS. Yunus: 57). Sesuai dengan redaksi ayat ini para ulama bersepakat bahwa Al Qur’an dapat menjadi obat bagi penyakit-penyakit rohani, seperti kemunafikan, kesombongan, dan semacamnya.
Berkait dengan penyakit-penyakit yang dirasa ada peran syaithan di dalamnya, nabi Ayyub pernah mengalaminya dan Allah telah memberitahu bagaimana cara mengatasinya. Dan ingatlah hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya, ’Sesungguhnya aku diganggu syaithan dengan kepayahan dan siksaan’ Allah berfirman, ’Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum’(QS. Shad: 41).
Dalam tasawuf dikenal dengan tekhnik takhalli, tahalli dan tajalli.

b.      Obat Penyakit Jasmani
Obat penyakit jasmani ini merupakan kesembuhan fisik, yaitu kesembuhan dari penyakit-penyakit badan manusia.
Dan Kami turunkan dalamAl Qur’an ayat-ayat yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an tidak menambah bagi orang-orang yang dzalim selain kerugian (QS. al-Isra’: 82). Berdasar ayat ini Ibnul Qayyim Al Jauziah mengatakan bahwa Al Quran dapat menjadi syifa’ penyakit rohani maupun jasmani.
Berkait dengan penyakit yang bersifat jasmani ini, sebenarnya Al Quran telah menceritakan adanya bahan yang dapat dijadikan obat, sebagaimana ayat berikut: ‘Kemudian makanlah dari tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda  (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan’. (QS. an Nahl: 69).

Secara hakikat, Allahlah yang menyembuhkan penyakit yang diderita seseorang, Sebagaimana yang diungkapan oleh nabi Ibrahim,’… Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) Yang menyembuhkan aku, dan Yang mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali)…’ (QS. asy-Syuara: 80-81). Ungkapan yang relatif sama diungkapkan oleh nabi Ayyub ketika berdoa,’…(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara para penyayang’. (QS. al-Anbiya’: 83).
Tidak ada perbedaan dari ulama bahwa Al Qur’an adalah syifa’ dari penyakit-penyakit hati.[3]





è Psikoteraphi
Psikoterapi islam adalah proses perawatan dan penyembuhan terhadap gangguan penyakit kejiwaan dan keruhanian melalui intervensi psikis dengan metode dan tekhnik yang didasarkan kepada Al-Qur'an dan Sunnah. Proses perawatannya disebut istisyfa. Berikut ayat-ayat mengenai psikoterapi atau pengobatan yang terdapat dalam al-Qur'an. 
Psikoterapi Islam: erat kaitannya dengan perawatan ruhani Islam ilmu ini membantu sisi terapi spiritualitas atau psikhis manusia dengan paradigma psiko-teo-antroposentris yaitu jenis psikoterapi yang berbasis pada agama (psikoterapi religius) yang bersandar pada ke-Mahamutlakkan Tuhan dan upaya maksimal manusia melalui tujuh metode psikoterapi yang telah dikembangkan yaitu terapi dengan: (1) al-Qur’an), (2) Do’a, (3) dzikir, (4) shalat, (5) puasa, (6) mandi, wudhu (hidroterapi), (7) hikmah, (8) tashawuf dan tharikat. Qs. Yunus :57; Qs. Fushilat:44; Qs. Al-israa:82; Qs. Al-An'am :99; QS. Al-Insan :17-20.
3 Hal Yang Dapat Istri Lakukan Jika Suami di-PHK[4]Seorang suami memegang peran utama dan vital khusunya dalam hal finansial keluarga.Setiap waktu suami menjadi tumpuan utama untuk mencukupi setiap kebutuhan keluarga.Penghasilan suami bagaikan darah yang menjadi penopang kehidupan. Apabila mimpi buruk menerpa yakni pada waktu keadaaan lancar-lancar saja tiba-tiba suami di-PHK akibat perusahaan tempatnya bekerja kolaps atau bangkrut, maka otomatis ekonomi ekeluarga akan terguncang.
Bila Anda sebagai seorang istri yang mengalami kenyataan pahit ini maka bersabarlah. Memang keadaan ke depan akan semakin berat. Tapi jangan sampai membuat suami menjadi lebih stres seperti memarahinya sebab hal itu tidak akan menyelesaikan masalah tapi justru memperburuk keadaan. Dalam menghadapi kondisi seperti di atas langkah-langkah seorang istri yang harus dilakukan diantaranya:
1. Terus mensupport atau mendukung suami agar segera lepas dari perasaan terpuruknya,    untuk segera bangkit kembali bangkit menata masa depan. PHK bukan akhir dari segalanya.Dukungan dari orang-orang terdekat di saat berada di titik nadir dapat menimbulkan motivasi tersendiri.Sehingga suamipun dapat segera bersemangat kembali.

2. PHK merupakan hal yang berat tapi PHK bukan akhir dari dunia.
Dengan suami susun strategi baru untuk mencukupi kebutuhan pasca hilangnya penghasilan suami sampai mendapat penghasilan atau pun pekerjaan baru. Bila usaha mencari pekerjaan baru sulit karena faktor usia atau karena faktor-faktor lain, bisa mencoba untuk membuka usaha sendiri. Dengan berwirausaha walaupun hanya kecil-kecilan pada awalnya pasti akan bisa menggantikan penghasilan suami yang dulu, asalkan ditekuni dan ditambah kerja cerdas. Banyak juga seorang suami yang di-PHK ataupun orang yang menjadi korban PHK, hidupnya sekarang lebih sejahtera dibandingkan kehidupannya dahulu, karena saat ini membuka usaha sendiri.
3. Tetap menjaga keutuhan keluarga jangan sampai gara-gara suami di-PHK terus tidak kuat menjalani hidup lalu suami ditinggal pergi.
 Sebab untuk menjadi keluarga sejahtera dan bahagia pastinya akan banyak cobaan yang menghadang salah satunya hal ini. Dengan bersama-sama menghadapi cobaan maka akan semakin menambah rasa cinta dan kasih sayang suami kepada istrinya. Semoga sedikit langkah di atas bisa membantu meredakan masalah yang ditimbulkan akibat dampak dari PHK bagi sebuah keluarga. [5]
Hal yang harus dilakukan Orangtua kepada anak ketika di PHK:

1. Berterus terang kepada anak
Jangan sembunyikan kenyataan bahwa anda telah di-PHK.Berterus teranglah sedari awal, meskipun tidak semua detail perlu anda beberkan, terutama bila anak masih sangat muda. Anak umur 4 atau 5 tahun cukup diberitahu bahwa "Papah di-PHK hari ini maka papah tidak akan bekerja di kantor (atau pabrik atau rumahsakit) untuk sementara. Tetapi papah akan mencari pekerjaan baru dan pindah ke kantor baru."
Anak umur 7 atau 8 tahun yang sudah lebih mengerti apa artinya orang bekerja dapat diberitahu, "Papah di-PHK kemarin. Papah agak sedih sebab papah menyukai pekerjaannya dan senang bekerja karena mendapat gaji. Tapi papah akan cari pekerjaan baru dan mungkin akan mendapat pekerjaan yang lebih baik. Tapi sementara waktu, semuanya akan berjalan seperti biasa. Kamu akan sekolah dan bermain dengan teman-teman dan melakukan hal-hal yang biasa kamu lakukan."
Kepada anak umur 10 atau 11 tahun anda dapat menceritakan bahwa "Papah di-PHK kemarin.Papah sedikit kecewa karena papah menyukai pekerjaannya dan suka bekerja mencari uang sehingga papah papah bisa membelikan kita berbagai barang yang bagus-bagus. Papah akan mencari kerja lain, tetapi sementara ini semuanya akan berjalan seperti biasa. Kita sementara waktu harus sedikit lebih hati-hati dalam membelanjakan uang kita, tapi selain dari itu semuanya akan tetap sama seperti biasanya." (Putuskan di muka apa yang akan anda katakan. Besar kemungkinannya anda sedang berada dalam keadean emosi yang goyah saat itu dan barangkali tidak sejernih biasanya dalam berpikir, maka sebaiknya anda siapkan dulu apa yang akan anda katakan.

2. Jangan ciptakan kesadaran palsu tentang realita 
Dalam upaya melindungi anak terhadap stres emosional dan ekonomi dari PHK, ada orang-tua yang memberi anak-anak mereka mainan-mainan baru dan lain-lain.Tapi ini hanya menciptakan kesadaran palsu tentang realita yang dapat membingungkan anak. Anak dapat melihat bahwa ayah dan ibunya gelisah tentang uang, maka mereka akan berpikir, "Mengapa mereka masih membelikan kami hadiah-hadiah?" Mereka mulai mempertanyakan kemampuan diri mereka untuk memahami realita dan kejujuran orang-tua mereka.Menciptakan keadaan kontradiktif ini juga dapat menimbulkan kesan bahwa adalah wajar saja untuk berpura-pura bahwa segala sesuatunya beres meskipun sesungguhnya tidak demikian. Anak perlu disadarkan tentang krisis keluarga yang sedang melanda mereka dan didorong untuk berpartisipasi, dengan cara yang sesuai dengan umur anak, di dalam menghadapi krisis itu.
3. Biarkan anak-anak ikut membantu
Sebagai anggota keluarga, seorang anak akan ingin membantu memecahkan problemnya ketika keluarga sedang melewati masa yang sulit. Biarkan dia. Anak umur 4 atau 5 tahun umpamanya, dapat diberi tugas "bermain dengan diam ketika mamah sedang menelpon," atau "menyikat gigi sendiri ketika mamah sedang menulis surat." Seorang anak umur 7 tahun dapat "membantu membereskan meja sesudah makan malam setiap hari," sementara anak 11 tahun "membantu adik yang akan tidur agar papah punya lebih banyak waktu untuk menulis surat lamaran kerja."
Satu cara lain: Ajak anak-anak belanja ke pasar swalayan dan biarkan mereka ikut memikirkan cara-cara belanja yang menghemat anggaran.
4. Lanjutkan rutinitas yang sudah berjalan 
Anak-anak bergantung pada rutinitas dan prediktibilitas untuk meyakinkan diri mereka bahwa dunia mereka adalah aman.Maka secara kritikal adalah penting untuk berusaha meneruskan rutinitas sehari-hari mereka sejauh mungkin itu dapat dilakukan. Seorang anak akan menderita lebih besar oleh rutinitas yang terputus daripada oleh ketidak-mampuan sementara anda untuk membelikan mereka mainan-mainan istimewa atau barang-barang bagus lain.

5. Jangan bebani anak terlalu berat
Meskipun anak-anak perlu diberitahu tentang krisis yang sedang melanda keluarga, tetapi jangan membuat mereka merasa bertanggungjawab untuk memperbaiki keadaan itu.
Ada ibu yang terlalu berat bersandar pada anak-anaknya untuk mendapatkan topangan emosional.Contohnya, seorang ibu yang setelah mengalami suatu pengalaman PHK yang traumatik, meminta anak perempuannya yang berumur 5 tahun untuk tidur bersamanya "agar mamah tidak merasa kesepian."
6. Lakukan secara hati-hati transisi yang harus anda buat
Jika anda telah di-PHK lama dan belum juga mendapat pekerjaan lain, anda mungkin harus membuat beberapa penyesuaian di dalam rutinitas anak anda. Umpamanya, memindahkan anak anda yang berumur 6 tahun dari sekolah swasta yang "mahal" ke sekolah lain yang "lebih murah". Lakukan hal ini pada awal tahun pelajaran baru, agar transisi terasa lebih natural. Dan jelaskan kepada anak tentang rutinitasnya yang baru yang akan berbeda. Pastikan bahwa anda menjawab setiap pertanyaan sejujur dan sesederhana mungkin.
7. Carilah bantuan luar, jika perlu 
Kadang-kadang anak bertindak dengan cara-cara yang menandakan kebingungan mereka. Perilaku regresif seperti mau "menempel" terus pada ibunya, menjauhkan diri dari teman-teman, hilang nafsu makan, tidur yang terganggu, kemunduran mendadak dalam prestasi belajar di sekolah, kembali kepada kebiasaan-kebiasaan lama yang buruk seperti ngompol, tambah "nakal" di sekolah (problim-problim perilaku), boleh jadi merupakan tanda-tanda anak anda sedang mengalami kesulitan di dalam mengatasi keadaan baru itu. Bila anak anda cukup matang, cobalah berbicara dengannya tentang bagaimana perasaannya.Tetapi bila perilaku non-karakteristik itu berlangsung lebih dari beberapa minggu, anda mungkin perlu bantuan dari luar - seorang profesional perawatan kesehatan mental, umpamanya.
8. Kuasailah emosi anda 
Yang paling mengganggu seorang anak ialah melihat orang-tuanya kehilangan kendali secara emosional.Rasa sedih sampai suatu batas tertentu adalah wajar jika anda baru saja di-PHK, dan boleh-boleh saja menunjukkan kepada anak anda bahwa kadang-kadang papah dan mamah merasa sedih. Tetapi menangis sambil memaki-maki di depan anak anda akan mengamcam kepercayaan anak anda kepada kemampuan anda mengurus mereka apa pun juga yang terjadi.
 Hal ini berlaku juga bagi anda bila yang di-PHK adalah pasangan anda. Anda tidak boleh menjadi cerminan stres pasangan anda, karena anak-anak anda akan melihat kepada anda untuk mendapatkan penegasan kepastian bahwa dunia mereka adalah masih aman. Kalau anda gelisah atau ketakutan dan meneruskan perasaan-perasaan itu kepada anak-anak anda, mereka akan ber pikir, "Kalau begitu, saya rasa kita benar-benar sedang dalam kesulitan bila baik mamah mau pun papah khawatir seperti itu." Meskipun marah adalah reaksi normal terhadap PHK, usahakan untuk tidak melampiaskannya kepada anak-anak.Jangan sampai anda membiarkan anak-anak anda menanggung bagian terberat dari amarah anda.
9. Selenggarakan "rapat" keluarga 
Arti penting dari kekompakan dalam saat-saat kritis adalah salah satu dari pelajaran-pelajaran penting yang patut diperhatikan yang dapat diajarkan kepada anak oleh PHK orang-tua. Untuk membantu setiap anggota ke]uarga menghadapi krisis ini, adakan "rapat" keluarga setiap minggu dalam mana setiap orang memperoleh kesempatan untuk berbicara dan berbagi. Orang-tua yang di-PHK depat memberitahukan perkembangan mencari kerja yang dia lakukan. (Tidak perlu mendetail kalau anda belum berhasil, agar tidak menambah anksitas anak-anak.)Dan setiap anggota keluarga mendapat kesempatan untuk mengutarakan perasaannya dan upaya-upaya yang telah dilakukannya selama itu.
10. Tingkatkan semangat anda sendiri 
Anak-anak merasakan bila orang-tuanya sedang bingung; mereka merasakan adanya peningkatan iritabilitas, kesedihan, atau distraksi.Dan seringkali, anak-anak merasa diri merekalah yang harus dipersalahkan untuk kesusahan orangtua.Untuk meniadakan perasaan-perasaan ini, curahkan waktu dan upaya untuk membangkitkan kembali semangat anda yang sedang gembos.
Tentu saja, penangkal paling baik terhadap kemurungan-kemurungan PHK adalah mendapatkan pekerjaan lain. Tetapi itu akan datang dengan ketekunan, waktu, dan sedikit kemujuran. Namun, sementara menunggu, tidak ada hal yang lebih penting - baik bagi anda sendiri mau pun bagi anak-anak anda - daripada menjaga diri anda tetap tegar dan tidak goyah.
(Bahan dari: Psychology Today, terjemahan oleh I A SR)













DAFTAR PUSTAKA

Enjang AS. dan Aliyudin, 2009. Dasar-dasar Ilmu Dakwah, Bandung: Widya Padjadjaran.
Isep Zaynal Arifin, 2009. Bimbingan dan Konseling Islam (Irsyad Islam) Dalam Bingkai Ilmu Dakwah.
Sofyan S. Willis, 2011. Konseling Keluarga, Bandung: Alfabeta.
www. seputarpernikahan.com



[1] Enjang AS. dan Aliyudin, 2009. Dasar-dasar Ilmu Dakwah. hlm. 60.

[2] Abdullah bin Taslim al-Buthoni, 2011. Asy Syaafi, Yang Maha Penyembuh.


[3] Ahmad Hariadi, 2007. Syifa’.
[5] seputarpernikahan.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bina Keluaga Balita (BKB)

GALAU??